Urun daya

Catatan: Judul asli tulisan ini adalah “daya khalayak”, sesuai dengan usul awal saya. Urun rembuk pada beberapa media sosial melahirkan istilah baru “urun daya” dari @donnybu yang dapat lebih diterima. Tulisan ini dipertahankan sebagai arsip proses pengalihbahasaan istilah.

Crowdsourcing merupakan leburan (portmanteau) dari crowd dan sourcing dengan analogi dari outsourcing. Istilah bahasa Inggris ini diperkenalkan oleh Jeff Howe melalui tulisan “The Rise of Crowdsourcing” pada majalah Wired Juni 2006. Sebagai Wikipediawan, istilah ini tidak asing bagi saya karena apa yang kami lakukan di Wikipedia merupakan salah satu bentuk crowdsourcing.

Selepas Pilpres 2014, istilah crowdsourcing marak digunakan di Indonesia untuk merujuk kepada berbagai prakarsa penghitungan suara. Sebagai suatu neologisme, banyak orang belum memahami makna istilah ini dan bahkan menganggap konsep crowdsourcing tidak masuk akal. Mungkin bila kita pakai bahasa kita sendiri, konsep ini bisa lebih diterima. Jadi, apa padanan bahasa Indonesia untuk crowdsourcing?

Selengkapnya

Dikarenakan

DikarenakanPenutur bahasa Indonesia acap lebai (adj. berlebihan; mubazir). Bentuk yang pendek dibuat jadi panjang, padahal bentuk pendeknya saja sudah cukup. Ini merupakan salah satu sebab kalimat bahasa Indonesia kerap lebih panjang daripada padanan bahasa Inggrisnya.

Ambil contoh agar supaya. Kedua kata penghubung (konjungsi) agar dan supaya ini bersinonim dan bermakna sama, yakni menandai harapan. Kita cukup menggunakan salah satu di antaranya, misalnya “Peraturan ini dibuat agar …” atau “Peraturan ini dibuat supaya …”. Tidak perlu “Peraturan ini dibuat agar supaya …”.

Selengkapnya

Kedirekturan

KedirekturanTadi pagi (10 Juli 2014) saya mendengarkan acara “The Captain” di Brava Radio yang menampilkan pembicara Ronny A. Iskandar, Direktur Utama Asuransi Takaful Keluarga. Menarik mendengar sudut pandang beliau tentang peran direktur. Menurut beliau, direktur perlu memberdayakan para stafnya dengan, antara lain, menyediakan “panggung-panggung” kecil tempat para staf ini dapat belajar tampil sebagai pemimpin. Para staf perlu diberikan keleluasaan untuk menentukan sendiri cara melakukan suatu tugas agar mereka dapat berbangga terhadap keberhasilan yang mereka capai. Peran direktur adalah menentukan sasaran yang ingin dicapai pada saat awal serta memberikan arahan yang tidak mendikte selama pelaksanaan pekerjaan.

Selengkapnya

Ngobrol

Saya terpesona dengan film Before Midnight. Film romantis yang dirilis pada awal tahun 2013 di Festival Film Sundance ini membuat saya terpaku sepanjang film. Padahal, sebagian besar film ini hanya diisi dengan dialog antara dua tokoh utamanya, Jesse (Ethan Hawke) dan Céline (Julie Delpy). Pengambilan gambarnya pun hanya dilakukan dalam waktu 15 hari dan dengan biaya kurang dari 3 juta dolar AS.

Waktu dan biaya pembuatan film ini mungkin lebih sedikit daripada film 99 Cahaya di Langit Eropa (99 Cahaya) yang saya tonton beberapa minggu sebelumnya. Meski sama-sama mengambil lokasi di Eropa — 99 Cahaya di Wina, Paris, dan beberapa tempat lain, sedangkan Before Midnight di Peloponnese, Yunani — saya kurang sependapat dengan Pak SBY dan tidak merasakan pesona yang sama dari film 99 Cahaya. Saya bukan pengamat film, tapi saya merasa kualitas olah peran, penyuntingan, dan musik film menjadi faktor pembeda utama di antara kedua film ini.

Selengkapnya

Evaluasi kinerja 2013

Evaluasi kinerja semester 2/2013 APB GroupSenin (23 Des) sore kami melaksanakan evaluasi kinerja semester 2/2013 di De Daunan Bogor. Demi mengurangi kebosanan dengan suasana kantor, Bu Diane mengusulkan untuk melangsungkan kegiatan evaluasi kinerja di Bogor. Setelah mempertimbangkan beberapa pilihan, akhirnya kami memilih kafe yang berlokasi di dalam Kebun Raya Bogor ini.

Pilihan kami tidak salah. Julukan Kota Hujan bukan isapan jempol. Gerimis dan embusan angin dingin semilir membawa suasana hangat dalam evaluasi kinerja kali ini. Meski terlambat dari rencana awal karena pagi hingga siang hari dihabiskan untuk menyiapkan dokumen bagi Jamsostek, TGI, Kimia Farma, dan PT PP, kami berhasil merampungkan kegiatan rutin keluarga kecil kami dengan baik.

Selengkapnya