Spasi

Salah satu hal kecil yang sering mengganggu saya sewaktu memeriksa tulisan-tulisan pada situs iKnow adalah aturan penggunaan spasi sebelum dan setelah tanda baca. Pedoman EYD memang tidak secara jelas menyebutkan aturan ini, tetapi contoh-contoh di dalam pedoman ini memberikan gambaran tentang hal tersebut.

Tanda baca yang paling sering kita pakai–tanda titik, koma, tanya, dan seru–tidak diberi spasi sebelum tanda baca tersebut, tetapi diberi spasi setelahnya. Tanda hubung, pisah, dan garis miring tidak diberi spasi baik sebelum maupun setelah tanda baca tersebut. Tanda baca pengapit (tanda petik dan tanda kurung) diberi spasi untuk memisahkannya dengan bagian lain dari kalimat, tetapi tidak diberi spasi untuk memisahkannya dengan bagian yang diapit.

Selengkapnya

Analisis bowtie

Analisis bowtie (dasi kupu-kupu) adalah metode diagramatis untuk menggambarkan dan menganalisis jalur suatu risiko dari penyebab hingga dampaknya. Metode ini sering dianggap sebagai kombinasi dari metode pohon kesalahan (FTA, fault tree analysis) yang menganalisis penyebab peristiwa dengan metode pohon peristiwa (ETA, event tree analysis) yang menganalisis dampak. Namun, bowtie lebih berfokus kepada penghambat (barrier) antara penyebab dan risiko, serta antara risiko dan dampak. Metode ini disebut bowtie karena diagram yang dihasilkan menyerupai dasi kupu-kupu dengan penyebab dan dampak masing-masing menjadi dua sayap kiri kanan yang mengapit peristiwa risiko di bagian tengah.

Selengkapnya

Kapan dan berapa lama sebaiknya rapat dilakukan?

Sumber gambar: Mopic/Shutterstock

Rapat adalah kegiatan yang tak terpisahkan dari aktivitas perusahaan. Rapat diperlukan untuk curah pikiran, koordinasi, perencanaan, dan berbagai tujuan lain yang sulit untuk dicapai tanpa melalui rapat. Sayangnya, rapat kerap menjadi beban bagi para pesertanya, terutama bila tidak dilakukan secara efektif. Penentuan waktu dan lama (durasi) rapat merupakan dua faktor yang dapat menunjang efektivitas pelaksanaan rapat.

Selengkapnya

Taksonomi Bloom

Taksonomi Bloom adalah sistem klasifikasi tujuan pendidikan yang diajukan pada tahun 1956 oleh suatu komite pendidik Amerika Serikat yang dikepalai oleh Benjamin Bloom. Taksonomi ini membagi tujuan pendidikan ke dalam tiga domain, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor. Domain kognitif meliputi keterampilan intelektual seperti pengetahuan, pengertian, dan pemikiran kritis terhadap suatu topik. Domain afektif meliputi kemampuan dalam perasaan dan emosi seperti minat, sikap, dan apresiasi. Domain psikomotor meliputi keterampilan fisik seperti keterampilan tangan atau kemampuan menggunakan alat.

Selengkapnya

Teori X dan Teori Y

Teori X dan Teori Y adalah teori tentang motivasi manusia yang dicetuskan oleh Douglas McGregor pada tahun 1960 dalam bukunya The Human Side of Enterprise. Teori ini membagi dua gaya manajemen berdasarkan persepsi manajemen terhadap pekerja. Teori X adalah gaya manajemen otoriter yang didasarkan pada persepsi bahwa manajemen harus menangani sifat dasar manusia yang cenderung menghindari pekerjaan. Di sisi lain, Teori Y adalah gaya manajemen partisipatif yang didasarkan pada persepsi bahwa tiap orang akan menerapkan swakendali dalam pencapaian tujuan organisasi sesuai dengan derajat komitmen mereka terhadap tujuan tersebut.

Selengkapnya