Agu

Agustus

Jan, Feb, Mar, Apr, Mei, Jun, Jul, Agu/Ags, Sep, Okt, Nov, Des.

Walaupun Pedoman EYD maupun KBBI tidak memberikan bentuk baku singkatan tiga huruf bagi nama-nama bulan, para penutur bahasa Indonesia secara intuitif telah menggunakan singkatan yang (nyaris) seragam seperti daftar di atas. Eh, nanti dulu. Apa singkatan untuk bulan Agustus, ya? Singkatan bahasa Indonesia untuk bulan kedelapan kalender Gregorius ini belum seragam. Ada yang memakai singkatan Agu, tetapi ada pula yang menggunakan singkatan Ags. Mana yang sebaiknya dipakai?

Perkara ini sebenarnya tidak sulit untuk diselesaikan dengan menggunakan kalkulus logika sederhana dan pengenalan pola. Semua singkatan nama bulan lain dibentuk dengan mengambil tiga huruf pertama nama bulan. Berdasarkan pola ini, Agustus tentu saja sebaiknya disingkat dengan Agu.

Lalu, mengapa muncul varian singkatan Ags? Saya menduga bahwa varian singkatan Ags muncul karena dua sebab. Pertama, singkatan nama bulan lain, kecuali Mei, diakhiri dengan konsonan. Ini membuat singkatan Ags — yang diakhiri dengan konsonan — tampaknya lebih sepola dengan singkatan lain. Kedua, pola rangkaian huruf singkatan bahasa Inggris untuk August, Aug (vokal-vokal-konsonan), tampak tidak sepola dengan singkatan Ags (vokal-konsonan-konsonan). Ini berbeda dengan nama bulan lain, kecuali Mei, yang singkatan bahasa Inggris dan Indonesianya sepola (beberapa di antaranya bahkan sama persis), misalnya Feb dengan Feb serta Oct dan Okt.

Singkatan nama hari pun belum seragam. Agar bersistem, kita tiru saja pola pembentukan singkatan nama bulan, yaitu dengan mengambil tiga huruf pertama nama hari: Sen, Sel, Rab, Kam, Jum, Sab, Min. Terasa aneh? Mungkin karena belum terbiasa. Coba dulu pakai. Bahasa itu masalah kelumrahan, kok.

Sekarang masalah istilah. Hasil pemendekan yang kita lakukan terhadap nama bulan dan nama hari itu disebut singkatan atau akronim?

Pedoman EYD memerikan singkatan sebagai bentuk singkat yang terdiri atas satu huruf atau lebih, dan akronim sebagai singkatan dari dua kata atau lebih yang diperlakukan sebagai sebuah kata. Jadi, perbedaannya terletak pada perlakuan sebagai “sebuah kata”. Rudal, misalnya, ialah akronim, bukan singkatan, karena dapat diperlakukan sebagai sebuah kata, yaitu sesuai dengan kaidah fonotaktik (urutan fonem) dalam bahasa Indonesia. Sebaliknya, DPR ialah singkatan, bukan akronim, karena tidak dapat diperlakukan sebagai sebuah kata. Dari uraian ini, tampaknya sebagian besar kependekan nama bulan dan hari merupakan akronim. Hm, bagaimana nasib Okt, ya? Tampaknya itu bukan akronim.

Pak Harimurti (2007) menyebutkan lima bentuk kependekan:

  1. Singkatan, yaitu hasil pemendekan yang berupa huruf atau gabungan huruf, baik yang dieja huruf demi huruf (mis. DKI dan KKN) maupun yang tidak (mis. dll. dan dng).
  2. Penggalan, yaitu hasil pemendekan yang mengekalkan salah satu bagian leksem, mis. Prof, Bu, dan Pak.
  3. Akronim, yaitu hasil pemendekan yang menggabungkan huruf atau suku kata atau bagian lain yang ditulis dan dilafalkan sebagai sebuah kata yang sedikit banyak memenuhi kaidah fonotaktik Indonesia, mis. ABRI.
  4. Kontraksi, yaitu proses pemendekan yang meringkaskan leksem dasar atau gabungan leksem, mis. takkan (tidak akan) atau sendratari (seni drama dan tari).
  5. Lambang huruf, yaitu proses pemendekan yang menghasilkan satu huruf atau lebih yang menggambarkan konsep dasar kuantitas, satuan, atau unsur, mis. g (gram) dan Au (Aurum).

Penggolongan yang dilakukan Pak Hari ini agak berbeda dengan penggolongan pada Pedoman EYD. Meskipun demikian, bentuk nomor dua, penggalan, cukup tepat untuk menggambarkan kependekan nama bulan dan hari. Kalau tidak mau repot, pakai saja istilah yang lebih umum: kependekan.

Oh, ya. Selamat tahun baru 2013. Sudah mencanangkan tekad, iktikad, resolusi, atau azam untuk tahun ini?

Rujukan:

  • Kridalaksana, H. (2007). Pembentukan Kata dalam Bahasa Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Sumber gambar: Archaeo Life.

Satu komentar pada “Agu

  1. saya baru tau kalau ABRI itu akronim.
    Saya kira dulu kalau disingkat dg semua huruf kapital atau huruf perhuruf awal kata itu disebut Singkatan.

    Tapi semacam Pemilu, jurdil, baru disebut akronim

  2. Saya juga lebih suka menggunakan Agu untuk Agustus. Namun saya masih biasa menggunakan singkatan nama bulan dalam Bahasa Inggris, karena di MS Excel, singkatan nama bulan belum seragam 3 huruf.

    Untuk nama hari, selain singkatan 3 huruf, dalam keadaan tertentu perlu juga singkatan 2 huruf, misalnya untuk jadual.

  3. Saran saja. Istilah yang lebih tepat untuk gabungan suku kata dan dilafalkan, seperti kata smog (smoke & fog) dan rudal (peluru kendali) adalah ‘portmanteau’.

  4. Kalau Minggu dipenggal jadi Min agak janggal, karena dwihuruf ‘ng’ seharusnya tidak dipenggal (pelafalannya jadi beda)… mungkin karena itu ada yang memenggalnya jadi Mng. Atau kalau mau bisa menggunakan Engma (ŋ) jadi Minggu (Miŋgu) dipenggal menjadi Miŋ :D

    Untuk Agustus, saya ikut “Agu” saja… Ags/Agt tampaknya mengikuti kaidah keutamaan satu suku kata, van, jadi dalam tiga huruf diusahakan pemendekan itu hanya mengandung satu suku kata, seperti tampak dalam varian “Ags” (kecuali Mei). Untuk Apr dan Okt memang yang disuarakan hanya dua huruf pertamanya (/ap/ dan /ok/), dan ditiru dalam varian “Agt” (dilafalkan /ag/?)

    Selain itu, saya juga pernah menjumpai varian pemendekan menjadi 2 huruf, kalau tidak salah ingat:
    Ja, Fe, Ma, Ap, Me, Jn, Jl, Ag, Se, Ok, No, De
    Sn, Sl, Ra, Ka, Ju, Sa, Mi
    cuma kayaknya kalah populer ketimbang yang tiga huruf.

Tinggalkan Balasan ke Said Rahman Batalkan balasan