Alat manajemen terpopuler

Sumber gambar: Bain & Company

Sejak tahun 1993, Bain & Company, salah satu perusahaan konsultan manajemen prestisius di dunia, melakukan survei berkala terhadap ribuan eksekutif di dunia untuk mengetahui prioritas mereka dan alat yang mereka gunakan untuk membantu pelaksanaan prioritas tersebut. Hasil survei terakhir yang mereka lakukan pada tahun 2010 telah diterbitkan pada tanggal 11 Mei 2011 dengan tajuk Management Tools & Trends 2011. Laporan ini mencantumkan sepuluh alat manajemen terpopuler berdasarkan hasil survei yang mereka lakukan. Kesepuluh alat manajemen tersebut adalah:

  1. Penolokukuran (benchmarking)
  2. Perencanaan strategis (strategic planning)
  3. Pernyataan misi dan visi (mission and vision statements)
  4. Manajemen hubungan pelanggan (customer relationship management)
  5. Pengalihdayaan (outsourcing)
  6. Kartu skor berimbang (balanced scorecard)
  7. Manajemen perubahan (change management)
  8. Kompetensi inti (core competencies)
  9. Aliansi strategis (strategic alliances)
  10. Segmentasi pelanggan (customer segmentation)

1. Penolokukuran

Penolokukuran (benchmarking) meningkatkan kinerja dengan mengidentifikasi dan menerapkan praktik terbaik terhadap operasi dan penjualan. Para manajer membandingkan kinerja produk dan proses secara eksternal terhadap kompetitor dan perusahaan terbaik dalam bidang bisnis perusahaan serta secara internal terhadap operasi lain dari internal perusahaan yang melaksanakan aktivitas yang serupa. Tujuan proses ini adalah untuk menemukan contoh kinerja unggul serta memahami proses dan praktik yang mendorong kinerja tersebut. Perusahaan selanjutnya dapat meningkatkan kinerja mereka dengan menyesuaikan dan menerapkan praktik-praktik terbaik tersebut dalam operasi perusahaan, bukan dengan peniruan, melainkan dengan inovasi.

2. Perencanaan strategis

Perencanaan strategis (strategic planning) adalah proses komprehensif untuk menentukan tujuan perusahaan dan bagaimana cara terbaik untuk mencapai tujuan tersebut. Proses ini menilai potensi penuh suatu bisnis dan secara eksplisit menghubungkan tujuan bisnis menjadi tindakan dan sumber daya yang diperlukan untuk mencapainya. Perencanaan strategis menawarkan proses sistematis untuk mempertanyakan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan yang paling kritis yang dihadapi tim manajemen, khususnya untuk keputusan yang melibatkan komitmen sumber daya yang besar dan tidak dapat diganti.

3. Pernyataan misi dan visi

Pernyataan misi menentukan bisnis, tujuan, dan pendekatan yang diambil untuk mencapai tujuan perusahaan. Pernyataan visi menjelaskan posisi masa depan perusahaan yang diinginkan. Unsur pernyataan misi dan visi (mission and vision statements) sering digabungkan untuk membuat pernyataan maksud, tujuan, dan nilai perusahaan. Namun, kedua istilah ini kadang saling dipertukarkan.

4. Manajemen hubungan pelanggan

Manajemen hubungan pelanggan (customer relationship management, CRM) adalah proses yang dilakukan perusahaan untuk memahami kelompok pelanggan mereka dan menanggapi dengan cepat perubahan keinginan pelanggan. Teknologi CRM memungkinkan perusahaan untuk mengumpulkan dan mengelola data pelanggan yang besar untuk selanjutnya menjalankan strategi berdasarkan informasi tersebut. Data yang dikumpulkan melalui prakarsa CRM terfokus membantu perusahaan untuk memecahkan masalah spesifik pada siklus CRM mereka, yaitu rangkaian kegiatan yang dimulai dari penargetan awal pelanggan sebagai upaya untuk meraih pelanggan lebih banyak. Data CRM juga menyediakan wawasan baru yang penting terhadap kebutuhan dan perilaku pelanggan sehingga memungkinkan perusahaan untuk menyesuaikan produk untuk membidik segmen pelanggan yang bertarget. Informasi yang dikumpulkan melalui program CRM kerap menghasilkan solusi penyelesaikan di luar dari fungsi pemasaran perusahaan, seperti manajemen rantai pasokan dan pengembangan produk baru.

5. Pengalihdayaan

Pengalihdayaan (outsourcing) adalah penggunaan pihak ketiga untuk melakukan aktivitasi bisnis noninti perusahaan. Penggunaan pihak ketiga memungkinkan perusahaan untuk memfokuskan upayanya pada kompetensi inti. Banyak perusahaan yang menilai bahwa pengalihdayaan mengurangi biaya dan meningkatkan kinerja kegiatan. Pihak ketiga yang berspesialiasi pada suatu kegiatan lebih mungkin berbiaya lebih rendah dan beroperasi lebih efektif karena fokus dan skala mereka. Melalui pengalihdayaan, suatu perusahaan dapat memperoleh kinerja cemerlang dalam semua kegiatan bisnisnya tanpa perlu menguasai dengan mendalam tiap kegiatan secara internal.

6. Kartu skor berimbang

Kartu skor berimbang (balanced scorecard, BSC) menentukan definisi “kinerja” manajemen dan mengukur apakah manajemen telah mencapai hasil yang diharapkan. BSC menerjemahkan pernyataan misi dan visi menjadi himpunan sasaran dan ukuran kinerja yang komprehensif yang dapat dikuantitatifkan dan dinilai. Ukuran-ukuran tersebut pada umumnya mencakup kategori kinerja keuangan, pelanggan, proses bisnis internal, inovasi, dan SDM.

7. Manajemen perubahan

Manajemen perubahan (change management) memungkinkan perusahaan untuk mengendalikan penerapan suatu proses baru untuk meningkatkan perwujudan manfaat bisnis. Program ini mencakup pembuatan prakarsa perubahan, penciptaan penerimaan organisasi, penerapan prakarsa dengan lancar, serta pembuatan model yang dapat diulangi untuk memastikan kelestarian keberhasilan dalam upaya perubahan di masa datang. Program ini juga memungkinkan pemimpin untuk membantu kesuksesan orang lain, menunjukkan di mana dan kapan suatu masalah mungkin terjadi, serta menggariskan strategi untuk mengelola risiko dan memantau kemajuan.

8. Kompetensi inti

Kompetensi inti (core competencies) adalah keterampilan mendalam yang memungkinkan suatu perusahaan memberikan nilai unik bagi pelanggan. Ini mencakup pembelajaran kolektif organisasi, terutama bagaimana mengoordinasikan keterampilan produksi yang beragam dan mengintegrasikan beragam teknologi. Kompetensi inti menciptakan keunggulan bersaing yang lestari bagi perusahaan serta membantu perusahaan meluaskan bisnis ke berbagai pasar yang terkait. Kompetensi inti juga berkontribusi besar terhadap manfaat produk perusahaan yang ditawarkan kepada pelanggan. Kompetensi inti ditunjukkan dengan kesulitan pesaing untuk meniru atau memperoleh kompetensi tersebut. Pemahaman tentang kompetensi inti memungkinkan perusahaan untuk berinvestasi pada kekuatan yang membedakan mereka serta rangkaian strategi yang menyatukan seluruh organisasi.

9. Aliansi strategis

Aliansi strategis (strategic alliances) adalah kesepakatan antara berbagai perusahaan yang masing-masing mengalokasikan sumber daya mereka untuk mencapai sasaran bersama. Perusahaan dapat membentuk aliansi strategis dengan berbagai pihak: pelanggan, pemasok, pesaing, perguruan tinggi, serta pemerintah. Melalui aliansi strategis, perusahaan dapat meningkatkan posisi keunggulannya, mendapat cara untuk masuk ke dalam pasar baru, melahirkan keterampilan kritis, serta berbagi risiko atau biaya proyek-proyek pengembangan yang besar.

10. Segmentasi pelanggan

Segmentasi pelanggan (customer segmentation) adalah pembagian pasar penjadi kelompok pelanggan yang lebih kecil yang memiliki karakterisik serupa. Segmentasi pelanggan dapat menjadi cara yang bagus untuk mengidentifikasi kebutuhan pelanggan yang belum terpenuhi. Perusahaan yang berhasil mengidentifikasi segmen yang kurang dilayani dapat mengungguli persaingan dengan mengembangkan produk dan layanan yang menarik. Segmentasi pelanggan paling efektif saat suatu perusahaan menyesuaikan penawaran terhadap segmen yang paling menguntungkan serta melayani segmen ini dengan keunggulan kompetitif khusus. Prioritas ini dapat membantu perusahaan untuk mengembangkan kampanye pemasaran dan strategi penetapan harga untuk mencari nilai maksimum, baik bagi pelanggan yang menghasilkan laba besar maupun yang tidak. Perusahaan dapat menggunakan segmentasi pelanggan sebagai dasar prinsip untuk mengalokasikan sumber daya pada program pengembangan, pemasaran, pelayanan, serta penyerahan produk.

Tinggalkan Balasan