Menata Kata, Menyunting Bahasa

Foto bersama para peserta. Kredit foto: Forum Bahasa Media Massa

Pada awal November, saat Mbak Moni meminta saya untuk menjadi pembicara pada lokakarya untuk para editor Penerbit Mizan, saya agak gentar. “Bu Sofia Mansoor (Nifi) atau Mas Bambang Trim saja, Mbak,” jawab saya waktu itu. Saya merasa bahwa ilmu penyuntingan saya masih sangat dangkal bila dibandingkan dengan dua guru saya tersebut. Namun, ternyata yang diharapkan dari saya adalah pembahasan tentang kiat-kiat mencari padanan istilah di internet, topik yang memang sangat saya minati. Permintaan tersebut saya sanggupi dan lokakarya Menata Kata, Menyunting Bahasa akhirnya dilaksanakan pada tanggal 7 Desember 2012 di Hotel Yehezkiel Bandung dengan empat pembicara, yaitu Hernowo Hasyim, T.D. Asmadi, Dendy Sugono, dan saya sendiri.

Selengkapnya

Toponimi daerah di Jakarta

Sumber gambar: Goodreads.com

Saya selalu tertarik untuk mengetahui asal-usul suatu kata. Oleh karena itu, saya sangat bersemangat saat menemukan buku Asal-Usul Nama Tempat di Jakarta karangan Rachmat Ruchiat (2011) di Gramedia BSM Bandung. Buku setebal 190 halaman ini memaparkan asal-usul beberapa nama tempat di Jakarta berikut sedikit sejarah di belakangnya. Banyaknya daftar pustaka yang dicantumkan pada bagian akhir buku ini menunjukkan bahwa penulis cukup ciyus serius dalam melakukan risetnya. Meskipun beberapa nama tempat yang dicantumkan di dalam buku ini sudah saya ketahui atau duga asalnya, tidak sedikit informasi yang baru kali ini terungkap.

Selengkapnya

Bukan dan tidak

Sebagai kata keterangan (adverbia), bukan dan tidak digunakan untuk mengingkarkan kata yang mengikutinya. Bukan digunakan sebagai pengingkar kata benda, misalnya bukan saya, sedangkan tidak digunakan sebagai pengingkar jenis kata lain, misalnya tidak pergi. Secara naluriah, penutur jati bahasa Indonesia umumnya memahami aturan ini. Sebaliknya, penutur bahasa asing yang belajar bahasa Indonesia mungkin agak sulit memahami aturan ini karena tata bahasa mereka tidak membedakan pengingkaran atau negasi ini. Bahasa Inggris, misalnya, tidak membedakan pengingkaran this is not my computer dan she is not sad yang keduanya sama-sama menggunakan not sebagai pengingkar.

Selengkapnya

Konsultan, konsultasi, dan konsultansi

Sumber gambar: TSK I.T.

Saya agak kaget sewaktu membaca Perpres 54/2010 tentang pengadaan barang/jasa pemerintah. Perpres tersebut memuat kata “konsultansi” dalam “jasa konsultansi” yang bermakna jasa layanan profesional yang membutuhkan keahlian tertentu di berbagai bidang keilmuan yang mengutamakan adanya olah pikir (brainware). Sayangnya, kata “konsultansi” tersebut belum tercantum di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi Keempat (KBBI IV). KBBI IV hanya mencantumkan entri “konsultan” — ahli yang tugasnya memberi petunjuk, pertimbangan, atau nasihat dalam suatu kegiatan (penelitian, dagang, dsb) — dan “konsultasi” — pertukaran pikiran untuk mendapatkan kesimpulan (nasihat, saran, dsb) yang sebaik-baiknya. Menurut Loan Words in Indonesian and Malay, kedua kata ini diserap dari kata bahasa Belanda consultant dan consultatie (bahasa Inggris: consultation).

Selengkapnya

Penghubung antarkalimat

Penghubung antarkalimat (discourse connective) adalah kata atau ungkapan yang menghubungkan suatu kalimat dengan kalimat lain dalam satu alinea guna menambah kepaduan wacana. Penghubung antarkalimat diletakkan di awal kalimat — tetapi bukan di awal kalimat pertama suatu paragraf — dan diikuti dengan tanda koma. Contoh penghubung antarkalimat adalah akan tetapi, jadi, dan oleh sebab itu.

Pedoman EYD tidak memberikan daftar lengkap ungkapan yang dapat berfungsi sebagai penghubung antarkalimat. Berdasarkan beberapa rujukan, ada 53 ungkapan yang dapat dipakai sebagai penghubung antarkalimat. Daftar ini mungkin tidak lengkap, tetapi, paling tidak, kata atau frasa yang berada dalam senarai ini dapat digunakan sebagai rujukan oleh para pengguna bahasa.

Selengkapnya