S-2

Dunia pendidikan kita mengenal istilah “strata” (jalur akademis) dan “diploma” (jalur profesional) untuk jenjang pendidikan. Kedua istilah ini masing-masing disingkat menjadi “S” dan “D” dan diikuti oleh angka yang menunjukkan jenjangnya. Sayangnya, penulisan singkatan yang diikuti oleh angka ini belum seragam. Ada yang menulis dengan tanda hubung, misalnya “S-2”, dan ada yang tidak, misalnya “S2”.

Selengkapnya

Terima kasih

Sesuai dengan budaya kita, kata “terima kasih” merupakan salah satu kata yang cukup sering digunakan. KBBI mengelompokkan kata ini sebagai kata benda (nomina) dan memerikan maknanya sebagai “rasa syukur”. Kata ini adalah kata majemuk, atau kadang disebut gabungan kata, yang tersusun dari kata “terima” dan “kasih”. Kata “terima” hanya mengandung satu makna, yaitu “menyambut atau mendapat sesuatu”, sedangkan kata “kasih” merupakan homonim dengan dua makna: (1) perasaan sayang; (2) beri, memberi. Saya belum berhasil menemukan penjelasan tentang bagaimana kata majemuk ini terbentuk, namun saya duga makna “kasih” yang diambil adalah makna keduanya. Jadi, secara harfiah, kata majemuk (yang terkadang merupakan idiom atau ungkapan) ini dapat bermakna “menyambut pemberian”.

Selengkapnya

Koma serial

Butir pertama pada bagian penggunaan tanda koma pedoman EyD kita berbunyi, “Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.” Contoh-contoh pada pedoman itu menunjukkan bahwa, selain di antara masing-masing butir, tanda koma juga diberikan sebelum kata sambung (misalnya “dan”) pada akhir daftar:

  • Saya membeli kertas, pena, dan tinta.
  • Surat biasa, surat kilat, ataupun surat kilat khusus memerlukan prangko.

Selengkapnya

Kami

Salah satu kata yang tampaknya mulai dilupakan oleh para penutur Indonesia kiwari ialah “kami“. Pamor “kami” memudar lantaran sering digantikan oleh kata “kita“, terutama dalam ragam percakapan. Walaupun sama-sama merupakan kata ganti (pronomina) orang pertama jamak, “kita” dan “kami” memiliki perbedaan makna: “kita” menyertakan lawan bicara (saya dan yang lain, termasuk kamu), sedangkan “kami” TIDAK menyertakan lawan bicara (saya dan yang lain, tetapi tidak termasuk kamu). Ilustrasi pada gambar terlampir dapat memperjelas perbedaan kedua konsep tersebut.

Selengkapnya

Investasi

Gambar: Financial Advice for Beginners

Beberapa hari yang lalu saya penasaran mencari asal kata “investasi”. Sejalan dengan pola pembentukan kata bahasa Indonesia, kata yang berakhiran -asi ini tampaknya berasal dari kata bahasa Belanda yang berakhiran -atie atau bahasa Inggris yang berakhiran -ation atau -cy. Buku Loan-word in Indonesian and Malay pun mencantumkan bahwa kata ini berasal dari kata investment (bahasa Inggris) atau investering (bahasa Belanda). Eh, tunggu. Kedua kata itu, kan, tidak berakhiran -atie, -ation, atau -cy. Bagaimana caranya kedua kata itu bisa diserap menjadi “investasi”?

Masalah asal kata “investasi” ini ternyata telah mengganjal bahkan sejak zaman Eyang Polisi EYD, saat saya baru saja menginjak akil balig. Satu demi satu saya telusuri komentar pada tulisan tersebut dan ternyata pertanyaan “dari manakah asal kata investasi?” memang belum terjawab. Akhirnya saya tulis surat kepada dua orang dari milis Bahtera yang saya tahu cukup memahami bahasa Belanda: Pak Eddie Notowidigdo dan Pak Peter Rietbergen.

Selengkapnya