Modal minimum pendirian perusahaan di Singapura dan Malaysia

Sumber gambar: Young Up Starts

Dari pembahasan tentang struktur modal perusahaan di Indonesia, kita sudah mengetahui bahwa nilai minimum untuk modal dasar (authorized capital) perseroan terbatas di Indonesia adalah sebesar Rp50 juta, sedangkan modal disetor (paid up capital) minimum adalah 25% dari modal dasar tersebut (Rp12,5 juta bila modal dasarnya Rp50 juta). Menarik untuk membandingkan nilai ini dengan aturan permodalan di dua negara tetangga kita, yaitu Singapura dan Malaysia. Singapura tidak mensyaratkan modal dasar dan menetapkan modal disetor minimum sebesar 1 SGD (sekitar Rp8.000), sedangkan Malaysia menetapkan modal dasar minimum sebesar 100 ribu ringgit (sekitar 312 juta rupiah) dan modal disetor minimum sebesar 2 MYR (sekitar Rp6.250).

Selengkapnya

Struktur modal perusahaan

Menurut UU No. 40 Tahun 2007 tentang perseroan terbatas (UUPT), modal perseroan terbatas (PT) terdiri dari modal dasar (authorized capital), modal ditempatkan (issued capital), dan modal disetor (paid up capital) yang diwujudkan dalam sekumpulan saham. UUPT menetapkan nilai minimum modal dasar sebesar 50 juta rupiah serta nilai minimum modal ditempatkan dan modal disetor sebesar 25% dari modal dasar. Nilai minimum modal dasar dapat dinaikkan oleh undang-undang yang mengatur kegiatan usaha tertentu.

Selengkapnya

Analisis bowtie

Analisis bowtie (dasi kupu-kupu) adalah metode diagramatis untuk menggambarkan dan menganalisis jalur suatu risiko dari penyebab hingga dampaknya. Metode ini sering dianggap sebagai kombinasi dari metode pohon kesalahan (FTA, fault tree analysis) yang menganalisis penyebab peristiwa dengan metode pohon peristiwa (ETA, event tree analysis) yang menganalisis dampak. Namun, bowtie lebih berfokus kepada penghambat (barrier) antara penyebab dan risiko, serta antara risiko dan dampak. Metode ini disebut bowtie karena diagram yang dihasilkan menyerupai dasi kupu-kupu dengan penyebab dan dampak masing-masing menjadi dua sayap kiri kanan yang mengapit peristiwa risiko di bagian tengah.

Selengkapnya

Kapan dan berapa lama sebaiknya rapat dilakukan?

Sumber gambar: Mopic/Shutterstock

Rapat adalah kegiatan yang tak terpisahkan dari aktivitas perusahaan. Rapat diperlukan untuk curah pikiran, koordinasi, perencanaan, dan berbagai tujuan lain yang sulit untuk dicapai tanpa melalui rapat. Sayangnya, rapat kerap menjadi beban bagi para pesertanya, terutama bila tidak dilakukan secara efektif. Penentuan waktu dan lama (durasi) rapat merupakan dua faktor yang dapat menunjang efektivitas pelaksanaan rapat.

Selengkapnya

Taksonomi Bloom

Taksonomi Bloom adalah sistem klasifikasi tujuan pendidikan yang diajukan pada tahun 1956 oleh suatu komite pendidik Amerika Serikat yang dikepalai oleh Benjamin Bloom. Taksonomi ini membagi tujuan pendidikan ke dalam tiga domain, yaitu kognitif, afektif, dan psikomotor. Domain kognitif meliputi keterampilan intelektual seperti pengetahuan, pengertian, dan pemikiran kritis terhadap suatu topik. Domain afektif meliputi kemampuan dalam perasaan dan emosi seperti minat, sikap, dan apresiasi. Domain psikomotor meliputi keterampilan fisik seperti keterampilan tangan atau kemampuan menggunakan alat.

Selengkapnya