Kemah Bahasa

Logo sumber pembelajaran terbuka. Sumber gambar: Wikimedia Commons

Pada tanggal 6–7 Desember 2012 yang lalu, Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UI menyelenggarakan IndoICC (Indonesian International Conference on Communications, Konferensi Internasional Komunikasi Indonesia) 2012. Bersamaan dengan itu, Wikimedia Australia menyelenggarakan LangCamp 2012 (Kemah Bahasa 2012), yaitu diskusi dan lokakarya yang bertujuan untuk mengembangkan wiki dalam bahasa pribumi (indigenous languages) Indonesia dan Australia yang dihadiri oleh akademisi dan praktisi dari kedua negara. Acara ini dibagi ke dalam dua alur (stream), yaitu alur bahasa pribumi dan sumber pembelajaran terbuka (OER).

John Vandenberg – Presiden Wikimedia Australia, ketua penyelenggara acara ini – meminta saya untuk menjadi fasilitator alur OER hari pertama. Selain saya, sesi ini diikuti penuh oleh sembilan partisipan lain, yaitu Glenn, Linden, Chris, Ryan, Chloe, Lindy, Karen, Penny, dan Syahri. Dari kesepuluh orang tersebut, hanya saya dan Pak Syahri yang berkebangsaan Indonesia. Karena itu, terpaksalah saya menurut untuk menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar diskusi. Padahal, hampir semua peserta dari luar negeri itu cukup paham bahasa Indonesia. Alhasil, saat diskusi berakhir pada sore hari, rahang saya terasa sangat pegal.

Diskusi kelompok kami dari siang sampai sore itu sangat produktif. Cukup banyak usulan yang akan diajukan sebagai hasil dari diskusi ini. Berbagai usulan ini dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu (1) memberdayakan partisipasi, (2) mempromosikan massa pengguna kritis, dan (3) meningkatkan kualitas wiki. Hasil lengkap akan diumumkan pihak penyelenggara di laman LangCamp 2012.

Acara itu pun saya manfaatkan untuk berjumpa dengan beberapa Wikipediawan Indonesia, yaitu Meursault2004, Pras, Serenity, Ezagren, Riemogerz, NoiX180, dan Ennio morricone. Yang menarik adalah pertemuan dengan SpartacksCompatriot, Wikipediawan yang sedang berupaya untuk mengeluarkan Wikipedia bahasa Minang dari inkubator. Dengan penuh semangat ia datang dari Pekanbaru, padahal pekan itu adalah pekan ujian di SMP tempatnya bersekolah. Salut!

Selain kedua hal tersebut, pada acara ini saya sempat berbincang singkat dengan Francis Bond dari NTU Singapura dan Ruli Manurung dari Fasilkom UI. Mereka mengajak saya untuk turut serta membangun WordNet bahasa Indonesia. Wah, ini sih seperti biduk dikayuh hilir. Mana mungkin ajakan ini ditolak!

Satu komentar pada “Kemah Bahasa

  1. Wow! Hebat nian kalian!
    Saya jadi mengerut :-)
    Maju terus tim Wiki Indonesia.
    Baru tahu saya ternyata salah satu wikipediawan kita masih pelajar. Takjub saya dibuatnya.

  2. @antyo: Alhamdulillah sekarang mulai banyak generasi baru yang menggantikan kami, Paman :)

    @riemogerz: Iya. Nanti kita kumpulkan lebih banyak lagi penulis dari kedua bahasa itu, ya.

Tinggalkan Balasan ke Antyo R. Batalkan balasan