Keterampilan berbahasa untuk konsultan manajemen

Gambar: Preschools4all

Ilmu bahasa menyatakan bahwa ada empat jenis keterampilan berbahasa pada manusia, yaitu menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Dua keterampilan pertama terkait dengan bahasa lisan, sedangkan dua keterampilan terakhir terkait dengan bahasa tulis. Penguasaan seseorang terhadap keempat jenis keterampilan tersebut beragam tergantung kepada minat, pengalaman, dan berbagai faktor lain. Seorang pembawa acara, misalnya, dituntut untuk sangat menguasai keterampilan berbicara, tetapi tidak terlalu diharapkan untuk terampil juga dalam menulis.

Karena sifat pekerjaannya, seorang konsultan manajemen perlu menguasai semua keterampilan berbahasa. Layanan konsultasi adalah suatu layanan yang sangat erat terkait dengan interaksi antarmanusia. Keterampilan bahasa lisan diperlukan oleh konsultan untuk menyimak penjelasan dan berbicara untuk menggali informasi atau memaparkan gagasan. Di sisi lain, keterampilan bahasa tulis diperlukan, misalnya, untuk membaca dokumen sumber dan menulis laporan kajian.

Gambar keterampilan berbahasa

Keterampilan berbahasa juga mencerminkan proses berpikir seorang konsultan. Dari sisi masukan, keterampilan menyimak dan membaca membuat penyerapan data dan informasi menjadi lebih cepat dan akurat. Dari sisi keluaran, keterampilan berbicara dan menulis membuat penyampaian gagasan menjadi lebih jelas, terstruktur, dan logis. Gabungan semua keterampilan tersebut sangat berpengaruh terhadap citra dan kapabilitas seorang konsultan.

Keterampilan berbahasa dapat diperoleh melalui latihan dan praktik. Langkah awal untuk menguasai semua keterampilan tersebut adalah dengan mengidentifikasi kelemahan diri sendiri. Setelah dikenali, usahakanlah untuk selalu melatih keterampilan yang belum dikuasai. Keterampilan menyimak dan berbicara dapat dilatih sekaligus dengan memperbanyak berdiskusi dan secara sadar berusaha untuk terus memperbaiki keterampilan bahasa lisan. Keterampilan membaca dan menulis dapat dilatih melalui iKnow dengan mencari dan membaca materi rujukan pengetahuan baru untuk kemudian dituangkan dalam bentuk tulisan.

Tinggalkan Balasan