Kriteria Keunggulan Kinerja Malcolm Baldridge

Kriteria Keunggulan Kinerja Malcolm Baldridge (K3MB), atau Malcolm Baldridge Criteria for Performance Excellence (MBCfPE), adalah seperangkat ukuran penilaian kinerja suatu organisasi yang pada awalnya digunakan oleh pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk memberikan Malcolm Baldridge National Quality Award kepada berbagai organisasi di negara tersebut. Anugerah tersebut diberikan oleh Nasional Institute of Standards and Technology (NIST) Departemen Perdagangan AS melalui Baldridge Performance Excellence Program sejak tahun 1987. Nama “Baldrige” diberikan sebagai penghargaan terhadap Malcolm Baldridge yang menjabat sebagai Menteri Perdagangan AS periode 1981–1987 atas dukungannya terhadap peningkatan manajemen kualitas di AS.

Perusahaan-perusahaan di Indonesia mulai menggunakan MBCfPE pada sekitar akhir 1990-an, dengan antara lain dimotori oleh PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui program Telkom-2001 mereka. Pada tahun 2004, Telkom membagikan pengalaman mereka dengan MBCfPE kepada sejumlah BUMN lain di Indonesia. Pertemuan ini melahirkan Forum Mutu BUMN (selanjutnya berubah menjadi Forum Ekselen BUMN, FEB) sebagai media berbagi pengalaman implementasi MBCfPE di lingkungan BUMN. FEB dan BUMN Executive Club (BEC) membentuk Indonesian Quality Award Foundation (IQAF) yang bertujuan untuk “membangun kinerja ekselen dan daya saing global para pelaku ekonomi dan yang mengatur pranata ekonomi, dalam upaya mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan”. Sejak tahun 2005, IQAF menyelenggarakan Indonesian Quality Award (IQA) yang memberikan penghargaan terhadap kinerja organisasi profit dan nonprofit berdasarkan MBCfPE. Kegiatan ini didukung oleh beberapa kementerian seperti BUMN, Perindustrian, Perdagangan, Tenaga Kerja dan Transmigrasi, dan Ristek, serta berbagai institusi lainnya seperti KADIN Indonesia dan perguruan tinggi (UI, IPB, ITB, UGM, dll.).

Kriteria Keunggulan Kinerja Malcolm Baldridge pada dasarnya adalah sejumlah pertanyaan tentang berbagai aspek fundamental pengelolaan organisasi dalam konteks pencapaian kinerja unggul. Pertanyaan-pertanyaan tersebut dikelompokkan ke dalam tujuh kategori yang kaitannya dapat dilihat pada gambar terlampir. Ketujuh kategori tersebut adalah:

  1. Kepemimpinan (leadership)
  2. Perencanaan strategis (strategic planning)
  3. Fokus pada pelanggan (customer focused)
  4. Pengukuran, analisis, dan manajemen pengetahuan (measurement, analysis, and knowledge management)
  5. Fokus pada tenaga kerja (workforce focused)
  6. Fokus pada operasi (operation focused)
  7. Hasil (result)

Rujukan:

Tinggalkan Balasan