Menata Kata, Menyunting Bahasa

Foto bersama para peserta. Kredit foto: Forum Bahasa Media Massa

Pada awal November, saat Mbak Moni meminta saya untuk menjadi pembicara pada lokakarya untuk para editor Penerbit Mizan, saya agak gentar. “Bu Sofia Mansoor (Nifi) atau Mas Bambang Trim saja, Mbak,” jawab saya waktu itu. Saya merasa bahwa ilmu penyuntingan saya masih sangat dangkal bila dibandingkan dengan dua guru saya tersebut. Namun, ternyata yang diharapkan dari saya adalah pembahasan tentang kiat-kiat mencari padanan istilah di internet, topik yang memang sangat saya minati. Permintaan tersebut saya sanggupi dan lokakarya Menata Kata, Menyunting Bahasa akhirnya dilaksanakan pada tanggal 7 Desember 2012 di Hotel Yehezkiel Bandung dengan empat pembicara, yaitu Hernowo Hasyim, T.D. Asmadi, Dendy Sugono, dan saya sendiri.

Acara berlangsung sejak selesai salat Jumat hingga sekitar pukul lima sore dan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama diisi oleh Pak Hernowo dan Pak Tede, sedangkan sesi kedua diisi oleh Pak Dendy dan saya. Pak Hernowo mengisahkan pengalamannya sewaktu menjadi proofreader (pembaca hasil seting pertama) Mizan. Pak Tede membeberkan beberapa kesalahan berbahasa yang kerap muncul di media massa. Pak Dendy memaparkan sejarah dan penyusunan kamus ekabahasa KBBI Pusat Bahasa. Saya sendiri menceritakan beberapa prinsip dan kiat mencari padanan istilah.

Saya datang terlambat karena sakit gigi saya sama sekali tidak bersahabat. Akibatnya, saya tidak sempat mendengarkan paparan dari Pak Hernowo dan menanggung malu karena tertangkap basah oleh Pak Tede saat mengendap-endap masuk ke ruangan di tengah acara. Untunglah contoh-contoh lucu kesalahan berbahasa di media massa dari Pak Tede berhasil mengalihkan perhatian hadirin. Dari paparan Pak Tede ini, kami menyadari bahwa bahkan para pendekar bahasa – sebutan Pak Anton Moeliono untuk para wartawan – pun tidak luput dari kesalahan berbahasa.

Setelah rehat, tiba giliran Pak Dendy dan saya. Pak Dendy Sugono memaparkan sejarah dan penyusunan Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa yang turut dibidani oleh beliau. Proses penyusunan kamus ternyata cukup panjang dan melelahkan, apalagi waktu itu semua proses dilakukan secara manual. Untunglah kini proses penyusunan kamus dapat dibantu dengan komputer.

Saya senang sekali sempat berkenalan dengan Bu Sari dari Penerbit Mizan dan berjumpa kembali dengan Nifi, Femmy, dan Kang Imam J.P. pada acara ini. Obrolan santai dengan Pak Dendy, Bang Apollo, dan Mbak Linda saat bermobil bersama pulang ke Jakarta juga sangat bermanfaat memperkaya pengetahuan saya. Alhamdullillah.

Oh, ya. Berikut salindia presentasi saya pada lokakarya ini. Semoga bermanfaat.

Satu komentar pada “Menata Kata, Menyunting Bahasa

  1. Yg dari dulu buat saya gatal adalah kosakata daring di situs KBBI.
    Kata tsb tidak ada bahkan dalam kamus bantal tsb !
    Aneh bin Ajaib KBBI Daring … Daring …

  2. Luttfi: Amin. Siap!

    Imanuddina: Kata itu baru dimasukkan di KBBI IV. Data yang ada di KBBI daring adalah dari KBBI III.

Tinggalkan Balasan ke Antyo R. Batalkan balasan