Mengelola perjalanan strategi perusahaan

Bradley, Bryan, & Smit (2012) menyatakan bahwa diskusi strategis reguler yang melibatkan banyak eksekutif senior dapat membantu perusahaan untuk beradaptasi terhadap ketidakpastian. Meskipun masih merupakan pemicu utama keputusan strategis (44% dari 2.135 responden), keefektifan proses perencanaan strategi tahunan mulai dipertanyakan. Para penulis menyarankan peningkatan waktu untuk dialog strategis hingga paling tidak menyamai waktu yang dihabiskan untuk melakukan kegiatan operasional. Rapat selama 2–4 jam setiap minggu atau setiap dua minggu mengenai masalah strategis perlu dilakukan oleh perusahaan. Perhatian terhadap masalah strategi semacam ini memungkinkan untuk (1) menetapkan aspirasi dan arah, (2) mengembangkan proses strategi terperinci yang berkelanjutan, serta (3) mengubah strategi menjadi realitas operasi.

Tiga hal yang harus diperhatikan dalam rapat strategis adalah:

  1. Tetapkan limit praktis jumlah masalah yang dibahas.
  2. Kembangkan pendekatan pragmatis untuk memprioritaskan masalah.
  3. Korbankan kuantitas demi kualitas.

Pengembangan gagasan menjadi kenyataan terdiri dari 7 jenis aktivitas, yaitu:

  1. Kerangka (frame): Apa tujuan dan batasan kita?
  2. Dasar (baseline): Bagaimana kondisi realitas kinerja dan kapabilitas kita?
  3. Prakiraan (forecast): Apa yang kita harapkan di masa depan?
  4. Pencarian (search): Apa saja pilihan untuk penciptaan nilai?
  5. Pemilihan (choose): Apa paket pilihan yang akan menentukan strategi?
  6. Komitmen (commit): Bagaimana cara mewujudkan perubahan yang diperlukan oleh strategi?
  7. Pengembangan (evolve): Bagaimana strategi tersebut akan berkembang seiring waktu dan bagaimana kita mengelola risiko strategis?

Sumber: Bradley, C., Bryan, L., & Smit, S. (2012). Managing the strategy journeyMcKinsey Quarterly, July 2012.

Tinggalkan Balasan