Pedoman Manajemen Risiko Berbasis Governance dari KNKG

Sebagai badan bentukan pemerintah yang bertujuan untuk mendorong penerapan tata kelola perusahaan (GCG) dalam sektor korporasi dan publik di Indonesia, Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) berkepentingan terhadap penerapan manajemen risiko di Indonesia. Hal ini tecermin dalam Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia yang diterbitkan KNKG pada tahun 2006 yang memuat beberapa landasan tentang manajemen risiko yang terkait dengan GCG. Pada tanggal 21 Juni 2011, KNKG mengembangkan pedoman manajemen risiko mereka dengan menerbitkan Draf Pedoman Manajemen Risiko Berbasis Governance.

Pedoman ini banyak mengacu kepada ISO 31000 dan memuat tiga aspek, yaitu:

  1. Aspek struktural, yaitu aspek yang memastikan arah penerapan, struktur organisasi penerapan dan akuntabilitas pelaksanaan manajemen risiko dalam organisasi, penyediaan sumber daya, dsb.
  2. Aspek operasional, yaitu aspek yang menunjukkan tahapan proses implementasi yang sistematis dan terarah, mulai dari pernyataan komitmen Direksi dan Dewan Komisaris, penyusunan Pedoman Manajemen Risiko Perusahaan, pengarahan (briefing) untuk Komisaris dan Direktur, pelatihan para pemangku risiko, hingga penerapan manajemen risiko itu sendiri.
  3. Aspek perawatan, yaitu aspek yang memastikan adanya upaya menjaga efektivitas penerapan dan perbaikan yang berkesinambungan melalui pemantauan, pengkajian, dan audit manajemen risiko.

Hingga Agustus 2012, pedoman ini tampaknya masih belum disahkan sebagai pedoman resmi.

Tinggalkan Balasan