Pendekatan versus metodologi

Gambar: Skylark

Saat menulis proposal dan laporan proyek, kita kadang sulit membedakan antara “pendekatan” (approach) dan “metodologi” (methodology). Di antara berbagai makna yang dirumuskan orang untuk dua kata ini, berikut beberapa makna terkait yang dicantumkan di dalam kamus:

  • pendekatan: usaha dalam rangka aktivitas penelitian untuk mengadakan hubungan dengan orang yang diteliti, metode untuk mencapai pengertian tentang masalah penelitian; acangan (KBBI 3)
  • metodologi: ilmu tentang metode; uraian tentang metode (KBBI 3)
  • approach: ideas or actions intended to deal with a problem or situation (WordNet 3.0)
  • methodology: means, technique, or procedure (American Heritage 4)

Dari makna-makna tersebut dan dari rujukan lain di internet, dalam konteks proyek APB, saya merumuskan bahwa pendekatan adalah kerangka pikir dasar yang digunakan untuk mencapai tujuan proyek, sedangkan metodologi adalah penjabaran pendekatan menjadi tahapan dan metode yang dipakai di dalam proyek. Pendekatan berada pada tingkat gagasan yang merangkaikan semua konsep yang dipakai di dalam proyek, sedangkan metodologi berada pada tingkat praktis yang menguraikan pendekatan menjadi langkah-langkah konkret.

Contoh pendekatan dan metodologi ringkas untuk proyek PTGA-CSRP:

  • Pendekatan: Kajian dilakukan dengan menghubungkan tiap sasaran strategis perusahaan dan risiko, baik negatif maupun positif. Sasaran perusahaan diperoleh dari sumber internal perusahaan yang menggunakan balanced scorecard (BSC). Risiko perusahaan diperoleh dari sumber internal melalui perspektif bawah ke atas (bottom-up) dan atas ke bawah (top-down), serta sumber eksternal melalui penolokukuran dengan risiko industri penerbangan.
  • Metodologi: Untuk menerapkan pendekatan yang telah dirumuskan tersebut, langkah yang dilakukan adalah (1) memahami dan mengidentifikasi strategi hingga tingkat unit, (2) menyusun profil bottom-up risiko strategis untuk tiap sasaran dan unit, (3) menyusun profiltop-down risiko strategis, serta (4) menyusun profil risiko strategis final sebagai gabungan dari berbagai profil lain. Metode yang digunakan adalah kajian dokumen, penolokukuran (benchmarking), wawancara, lokakarya, dan diskusi kelompok terarah.

Rujukan:

Tinggalkan Balasan