Tripilar

Tripilar (three pillarstriple bottom line, TBL) adalah suatu konsep dalam manajemen yang menyatakan bahwa perusahaan harus memperhatikan tiga pilar atau elemen dalam upaya menjaga kelestarian (sustainability) perusahaan. Istilah ini pertama kali dicetuskan oleh John Elkington dalam bukunya Cannibals with Forks: the Triple Bottom Line of 21st Century Business (1997) dengan singkatan 3P (peopleplanetprofit) yang menggambarkan tiga ukuran–sosial (people), lingkungan (planet), dan ekonomi (profit)–yang digunakan untuk mengukur kinerja perusahaan secara utuh. Konsep tripilar ini sejalan dengan konsep balanced scorecard dari Kaplan & Norton (1992) dan kerap digunakan dalam kampanye tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Hierarki kebutuhan

Hierarki kebutuhan (hierarchy of needs) adalah suatu teori tentang sumber motivasi manusia yang dicetuskan oleh Abraham Maslow melalui makalahnya yang berjudul “A Theory of Human Motivation” dalam jurnal Psychological Review pada tahun 1943. Teori ini menyatakan bahwa kebutuhan manusia terbagi dalam 5 kategori, yaitu (1) fisiologi/fisik, (2) keamanan, (3) sosial, (4) harga diri, dan (5) aktualisasi diri. Menurut Maslow, kebutuhan pada kategori yang lebih rendah perlu dipenuhi sebelum suatu kategori yang lebih tinggi dapat berperan sebagai motivator bagi seseorang.

Selengkapnya

Organisasi pembelajar

Program perbaikan berkelanjutan (continuous improvement) semakin banyak dilakukan oleh perusahaan untuk mengembangkan perusahaan dan meraih keunggulan bersaing. Sayangnya, upaya ini kerap menemui kegagalan karena perusahaan tidak menyadari dasar utama dalam perbaikan: perbaikan berkelanjutan memerlukan komitmen untuk belajar. Dalam artikel klasiknya di HBR (1993), profesor Harvard Business School David A. Garvin mengajukan kerangka “3M” (meaning, management, measurement) sebagai tiga isu kritis yang harus dilakukan untuk menerapkan konsep organisasi pembelajar (learning organization) dengan efektif. Makna (meaning) dibutuhkan untuk mendapatkan definisi organisasi pembelajar yang lebih membumi dan mudah diterapkan. Manajemen dibutuhkan untuk memperoleh pedoman praktik pelaksanaan. Ukuran (measurement) dibutuhkan untuk menilai tingkat pembelajaran organisasi.

Selengkapnya

Rentang kendali

Rentang kendali (span of control, SOC) adalah jumlah bawahan yang dapat dikendalikan secara efektif oleh seorang manajer pada satu waktu. Pada awalnya, para ahli menduga bahwa hanya ada satu nilai ideal bagi SOC. Seiring dengan berkembangnya penelitian tentang hal ini, berbagai faktor ditemukan berpengaruh hingga akhirnya kini rentang kendali dipercayai bergantung kepada dua hal utama, yaitu industri suatu perusahaan dan perusahaan itu sendiri.

Selengkapnya

Kompetensi inti

Kompetensi inti (core competence) merupakan gagasan yang dicetuskan oleh Prahalad & Hamel pada tahun 1990 yang didefinisikan sebagai pengetahuan kolektif perusahaan tentang cara mengoordinasikan beragam keterampilan dan teknologi produksi yang dimiliki perusahaan. Gagasan ini mendorong para manajer untuk mengidentifikasikan jenis kompetensi yang dimiliki perusahaan menjadi dua kelompok besar, yaitu inti dan non-inti. Kompetensi inti sebisa mungkin dipertahankan untuk dikerjakan sendiri oleh perusahaan, sedangkan kompetensi non-inti dapat dialihdayakan (outsource) kepada perusahaan lain.

Selengkapnya