Profesionalitas

Melalui Twitter, @AviantyAdil bertanya,

“Bedanya penggunaan profesionalitas dan profesionalisme apa ya pak @ivanlanin? … Saya mempertanyakan krn kebetulan kata profesionalitas baru digunakan presiden.”

Dengan spontan saya menjawab,

-itas serapan dr -ity; -isme dr -ism. Saya tdk menemukan professionality dlm bhs Inggris, jd hrsnya profesionalitas tdk ada.”

Ternyata saya salah. Kata “profesionalitas” tercantum di dalam KBBI daring dengan makna: 1 perihal profesi; keprofesian; 2 kemampuan untuk bertindak secara profesional.

Menurut Pedoman Umum Pembentukan Istilah, akhiran “-ty” dalam bahasa Inggris (dan “-teit” dalam bahasa Belanda) diserap menjadi “-tas” dalam bahasa Indonesia, mis. quality > kualitas, activity > aktivitas, dll. Karena pola ini, saya mengasumsikan bahwa kata “profesionalitas” di dalam KBBI diserap dari kata “professionality”. Sependek pengetahuan saya, kata “professionality” tidak ada dalam bahasa Inggris.

Karena penasaran, saya memeriksa beberapa kamus bahasa Inggris, baik yang cetak maupun yang daring. Saya menemukan bahwa, barangkali, satu-satunya kamus bahasa Inggris yang cukup terkemuka yang memuat entri ini adalah The Century Dictionary and Cyclopedia.

professionality n The state or property of being professional; adherence to professional standards.

Sayangnya, kamus ini hanya terbit satu kali antara tahun 1889 hingga 1891 dan tidak diperbarui lagi.

Jadi, dari manakah entri “profesionalitas” di dalam KBBI berasal? Bahasa Belandakah? Lalu, apa bedanya dengan “profesionalisme” yang bermakna: mutu, kualitas, dan tindak tanduk yg merupakan ciri suatu profesi atau orang yg profesional? Mengapa tidak pakai kata itu saja?

Sewaktu pertanyaan ini saya lontarkan ke milis Guyub Bahasa, bukan jawaban melainkan pertanyaan tambahan yang saya dapatkan. Dari mana asal kata  “rutinitas” dan “investasi“? Kata “routinity” dan “investation” kan tidak ada di dalam bahasa Inggris.

Untuk mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, mari kita lihat kamus. Di dalam KBBI III ada entri “-itas” dan “-isasi” dengan makna:

-itas sufiks pembentuk nomina kualitas; keadaan; tingkat: loyalitas; intensitas

-isasi (-asi) sufiks pembentuk nomina proses, cara, perbuatan: aktualisasi; legalisasi; lokalisasi

Pencantuman dua entri inilah yang tampaknya membuat bentuk “profesionalitas” (profesional +itas), “rutinitas” (rutin +itas), serta “investasi” (invest +asi) menjadi sahih, meskipun tidak diserap langsung dari bahasa asingnya. Terlepas dari rela atau tidak relanya kita menggunakan akhiran serapan asing ini, ini jawaban yang untuk sementara menenteramkan saya.

Eh, tapi, kita kan tidak punya kata “invest”!

Hm, misterius. *halah*

Sumber gambar: corrections.com

Tinggalkan Balasan