Reueus Bandung

Sumber gambar: jabartoday.com

Bandung Creative City Forum (BCCF) atau Perkumpulan Komunitas Kreatif Kota Bandung adalah  sebuah forum dan organisasi lintas komunitas kreatif yang didirikan pada tanggal 21 Desember 2008. BCCF bertujuan untuk memberikan manfaat bagi masyarakat pada umumnya dan komunitas kreatif di Kota Bandung pada khususnya. Menurut Kang Fiki, Direktur Program BCCF, kegiatan BCCF dilandaskan pada tiga pilar, yaitu kreativitas, infrastruktur, dan ekonomi. BCCF berupaya mengembangkan ekonomi kreatif di Kota Bandung melalui pendidikan berbasis kreativitas serta perencanaan dan perbaikan infrastruktur kota demi menahbiskan kota Bandung sebagai kota kreatif yang siap berkolaborasi sekaligus berkompetisi secara global.

Creative Commons Indonesia (CCID) diundang oleh BCCF pada acara pengarahan kompetisi “Bandung Pride” yang diadakan pada hari Senin, 11 Desember 2012, pukul 16.00 di Simpul Space #2, Jl. Purnawarman 70, Bandung. CCID diharapkan dapat memberikan pengantar kepada para calon peserta mengenai berbagai aspek hak cipta yang perlu diperhatikan di dalam kompetisi pembuatan kampanye cinta produk Bandung ini. Menurut Kang Dicky, Ketua Penyelenggara Bandung Pride, kompetisi ini bertujuan untuk menciptakan kecintaan dari konsumen, kebanggaan dari produsen, serta identitas bersama produk lokal kota Bandung. Kang Emil, Ketua BCCF, mengatakan bahwa Kota Bandung memerlukan kampanye cara baru yang akan dihasilkan oleh kompetisi Bandung Pride untuk memasarkan produknya di tengah iklim ekonomi Indonesia yang kondusif saat ini.

Saya sangat cinta Bandung. Sebagai kota yang pernah saya diami selama lebih dari sepuluh tahun (1989–1999), Bandung meninggalkan banyak kenangan indah bagi saya. Saya senang sekali mendengar tuturan dari Kang Emil, Kang Fiki, dan Kang Dicky tentang upaya-upaya yang dilakukan oleh BCCF untuk memberdayakan ekonomi kreatif di Kota Bandung. Kalau tidak dimulai dari warga Bandung sendiri, sulit untuk menumbuhkan kebanggaan terhadap Kota Bandung. Mudah-mudahan gerakan ini dapat menular ke daerah-daerah lain di Indonesia yang pada akhirnya dapat menumbuhkan kebanggaan terhadap bangsa Indonesia.

Sekadar sumbangan pikiran, bagus juga bila gerakan cinta produk lokal ini diiringi dengan gerakan cinta bahasa lokal. Saya memahami bahwa istilah bahasa Inggris pride (kebanggaan) mungkin digunakan sebagai nama resmi kompetisi untuk memudahkan komunikasi dengan dunia internasional. Namun, ada baiknya juga untuk memikirkan nama resmi kompetisi di dalam bahasa setempat. Adanya dua nama resmi, satu dalam bahasa setempat dan satu dalam bahasa internasional, merupakan hal yang lazim dilakukan untuk memfasilitasi kepentingan komunikasi lokal dan internasional.

Saya mengusulkan nama “Reueus Bandung” atau “Bangga Bandung” untuk nama lokal kompetisi “Bandung Pride”. Dalam bahasa Sunda (halus), reueus (kata sifat) berarti bangga atau proud dalam bahasa Inggris. Padanan kata benda pride (kebanggaan) dalam bahasa Sunda sebenarnya adalah kareueus. Namun, saya pikir “Reueus Bandung” lebih sedap di telinga daripada “Kareueus Bandung”. Mangga ditampi.

Berikut ini salindia presentasi saya dalam acara pengarahan kompetisi tersebut.

Satu komentar pada “Reueus Bandung

  1. Saya sependapat dengan Ivan mengenai nama ini. Banyak sekali judul acara atau kegiatan di Indonesia yang berbahasa Inggris, sementara di lain pihak, terus dikobarkan semangat untuk bangga pada produk dalam negeri. Jika langkah dan kata tidak sehaluan, apa jadinya… ah, mungkin pendapat ini pun dianggap gonggongan anjing yang tak perlu digubris…

  2. @masivan : terima kasih atas waktu dan kehadirannya kemarin sore =) , masukannya kami tampung karena memang ini bukan nama “kampanye” yang akan digunakan … nama kampanye masih dikompetisikan …
    @mba sofia : kalo yg kali ini didengarkan kok mba =)

  3. wah menarik sekali memakai bahasa lokal untuk event kreativitas. Budaya boleh semakin maju namun yang lokal dan yang sudah ada harus tetap dijaga

    Nice Share
    @beanpedia

Tinggalkan Balasan ke dixxieland Batalkan balasan