Simplenote

simplenote

Saya suka menuangkan isi pikiran saya dalam format yang paling sederhana: teks biasa. Kesukaan ini muncul dari latar belakang saya sebagai pemrogram dan wikipediawan. Saya sangat senang saat berkenalan dengan Markdown. Bahasa markah ini memungkinkan saya tetap menulis dengan teks biasa tanpa kehilangan kesempatan untuk memberi format-format standar yang diperlukan.

Pada awalnya saya memakai Editplus—editor teks favorit saya untuk membuat kode program—sebagai aplikasi untuk mengedit catatan-catatan saya. Saya beralih ke Evernote saat ingin dapat mengedit catatan baik dari komputer maupun ponsel. Saat menemukan Google Keep, saya pun kembali berpindah hati. Antarmuka Google Keep sangat sederhana dan memenuhi selera saya.

Manusia tak pernah puas. Saya mendambakan suatu sistem penyimpan dan penyunting catatan teks biasa yang (1) sederhana, (2) menyediakan sinkronisasi antara komputer dan ponsel, (3) mendukung format Markdown, serta (4) memiliki aplikasi Windows yang ringan dan tidak hanya berbasis web. Asa itu terjawab dengan Simplenote.

Simplenote adalah aplikasi penyimpan catatan (note taking) dari Automattic, perusahaan yang lebih dikenal sebagai penyedia layanan blog WordPress.com. Simplenote menyimpan data catatan di awan dan dapat diakses melalui berbagai cara, antara lain antarmuka web dan aplikasi Android. Simplenote pun mendukung sintaks Markdown. Jadi, syarat #1 hingga #3 saya sudah terpenuhi oleh Simplenote.

Jawaban terhadap syarat #4—aplikasi Windows yang ringan—saya temukan pada ResophNotes. Aplikasi ini hanya memakan sedikit sekali memori komputer (sekitar 13 MB), dapat diintegrasikan dengan sistem Simplenote, serta beroperasi sebagai aplikasi menetap yang diakses melalui bilah tugas (taskbar).

Kombinasi Simplenote dan ResophNotes menjawab kebutuhan saya. Kini saya dapat menulis topik apa pun, dari mana pun, dan kapan pun. Niat untuk mempraktikkan nasihat William Forrester dalam film Finding Forrester pun dapat saya tunaikan.

Jangan berpikir—itu nanti saja. Buatlah draf pertama dengan hatimu. Tulis ulang dengan nalarmu. Langkah awal untuk menulis adalah … menulis, bukan berpikir!

Tulisan ini dibuat dengan Simplenote dan dengan mempraktikkan nasihat Om William di atas.

Satu komentar pada “Simplenote

  1. maaf sebelumnya, bila pertanyaan saya tidak pas dengan topik ini karena saya memang hanya ingin bertanya tentang penulisan minus rupiah dalam format angka
    seratus rupiah ditulis Rp100,00
    kalau minus seratus rupiah penulisannya :
    Rp-100,00 atau
    -Rp100,00 atau
    (Rp100,00) atau
    Rp(100,00)
    atau seperti apa penulisan yang benar dari contoh tersebut.
    terima kasih dan mohon jawabannya.

Tinggalkan Balasan ke Berkonten Batalkan balasan