Dikarenakan

DikarenakanPenutur bahasa Indonesia acap lebai (adj. berlebihan; mubazir). Bentuk yang pendek dibuat jadi panjang, padahal bentuk pendeknya saja sudah cukup. Ini merupakan salah satu sebab kalimat bahasa Indonesia kerap lebih panjang daripada padanan bahasa Inggrisnya.

Ambil contoh agar supaya. Kedua kata penghubung (konjungsi) agar dan supaya ini bersinonim dan bermakna sama, yakni menandai harapan. Kita cukup menggunakan salah satu di antaranya, misalnya “Peraturan ini dibuat agar …” atau “Peraturan ini dibuat supaya …”. Tidak perlu “Peraturan ini dibuat agar supaya …”.

Selengkapnya

Bukan dan tidak

Sebagai kata keterangan (adverbia), bukan dan tidak digunakan untuk mengingkarkan kata yang mengikutinya. Bukan digunakan sebagai pengingkar kata benda, misalnya bukan saya, sedangkan tidak digunakan sebagai pengingkar jenis kata lain, misalnya tidak pergi. Secara naluriah, penutur jati bahasa Indonesia umumnya memahami aturan ini. Sebaliknya, penutur bahasa asing yang belajar bahasa Indonesia mungkin agak sulit memahami aturan ini karena tata bahasa mereka tidak membedakan pengingkaran atau negasi ini. Bahasa Inggris, misalnya, tidak membedakan pengingkaran this is not my computer dan she is not sad yang keduanya sama-sama menggunakan not sebagai pengingkar.

Selengkapnya

Jika, maka

Sebagai pemrogram komputer, saya sangat familier dengan pasangan if-then, yang dalam bahasa Indonesia biasa diterjemahkan menjadi pasangan jika-maka. Pasangan ini merupakan salah satu dari pernyataan bersyarat (conditional statement) yang dipakai oleh bahasa pemrograman untuk mengatur alur logika program. Sebagai pasangan, keduanya tentu saja harus ditulis bersama, meskipun ada beberapa bahasa pemrograman yang menghilangkan pernyataan eksplisit then dalam kode programnya.

Dalam bahasa Indonesia, kata jika dan maka adalah kata sambung, atau konjungsi, yang dipakai untuk menghubungkan anak kalimat dengan induk kalimat pada kalimat majemuk bertingkat. Pada kalimat jenis ini, anak kalimat berisi gagasan penjelas dan didahului oleh kata sambung, sedangkan induk kalimat berisi gagasan utama tanpa didahului oleh kata sambung. Pasangan jikamaka tidak boleh digunakan sekaligus dalam satu kalimat majemuk bertingkat. Kaidah “pencerai” pasangan ini secara umum dapat dinyatakan sebagai berikut:

Jangan gunakan dua kata sambung sekaligus dalam kalimat majemuk bertingkat karena akan menimbulkan ketaksaan gagasan.

Selengkapnya