Sebelas prinsip manajemen risiko menurut ISO 31000

Sumber gambar: Squidoo

ISO 31000 adalah suatu standar implementasi manajemen risiko yang diterbitkan oleh International Organization for Standardization pada tanggal 13 November 2009. Standar ini ditujukan untuk dapat diterapkan dan disesuaikan untuk semua jenis organisasi dengan memberikan struktur dan pedoman yang berlaku generik terhadap semua operasi yang terkait dengan manajemen risiko. Menurut ISO 31000, manajemen risiko suatu organisasi harus mengikuti 11 prinsip dasar agar dapat dilaksanakan secara efektif. Berikut penjabaran prinsip-prinsip tersebut.

Selengkapnya

Seri buku manajemen risiko BPKP

Sumber gambar: BPKP

Deputi Bidang Akuntan Negara (DAN) adalah salah satu deputi teknis dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). DAN bertugas melaksanakan perumusan kebijakan di bidang akuntan negara dengan misi antara lain untuk membantu BUMN/BUMD/BUL dalam pengelolaan risiko dan pengendalian tata kelola perusahaan yang baik. Dalam bidang manajemen risiko, DAN telah menerbitkan seri buku manajemen risiko yang terdiri dari lima buku pedoman, yaitu:

  1. Pedoman Umum Manajemen Risiko
  2. Pedoman Asesmen Risiko
  3. Pedoman Pelaporan Risk Assessment
  4. Pedoman Penyusunan Kebijakan Manajemen Risiko
  5. Pedoman Evaluasi Penerapan Manajemen Risiko

Pedoman-pedoman ini digunakan sebagai panduan bagi pejabat struktural dan fungsional BPKP untuk melaksanakan tugasnya dalam bidang manajemen risiko.

Analisis bowtie

Analisis bowtie (dasi kupu-kupu) adalah metode diagramatis untuk menggambarkan dan menganalisis jalur suatu risiko dari penyebab hingga dampaknya. Metode ini sering dianggap sebagai kombinasi dari metode pohon kesalahan (FTA, fault tree analysis) yang menganalisis penyebab peristiwa dengan metode pohon peristiwa (ETA, event tree analysis) yang menganalisis dampak. Namun, bowtie lebih berfokus kepada penghambat (barrier) antara penyebab dan risiko, serta antara risiko dan dampak. Metode ini disebut bowtie karena diagram yang dihasilkan menyerupai dasi kupu-kupu dengan penyebab dan dampak masing-masing menjadi dua sayap kiri kanan yang mengapit peristiwa risiko di bagian tengah.

Selengkapnya

Pedoman Manajemen Risiko Berbasis Governance dari KNKG

Sebagai badan bentukan pemerintah yang bertujuan untuk mendorong penerapan tata kelola perusahaan (GCG) dalam sektor korporasi dan publik di Indonesia, Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) berkepentingan terhadap penerapan manajemen risiko di Indonesia. Hal ini tecermin dalam Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia yang diterbitkan KNKG pada tahun 2006 yang memuat beberapa landasan tentang manajemen risiko yang terkait dengan GCG. Pada tanggal 21 Juni 2011, KNKG mengembangkan pedoman manajemen risiko mereka dengan menerbitkan Draf Pedoman Manajemen Risiko Berbasis Governance.

Selengkapnya

Pembahasan manajemen risiko dalam Pedoman Umum GCG Indonesia KNKG 2006

Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) yang didirikan pada tanggal 30 November 2004 berdasarkan keputusan Menko Perekonomian nomor KEP/49/M.EKON/11/2004 merupakan suatu badan bentukan pemerintah yang bertujuan untuk mendorong penerapan tata kelola perusahaan (GCG) dalam sektor korporasi dan publik di Indonesia. Sejak pendiriannya, KNKG telah melahirkan beberapa pedoman yang terkait dengan GCG, termasuk Pedoman Umum Good Corporate Governance Indonesia yang terbit pada tahun 2006. Pedoman ini ditujukan sebagai acuan untuk semua perusahaan di Indonesia, baik tertutup maupun terbuka, serta memuat pedoman penerapan berbagai aspek yang terkait dengan GCG, termasuk manajemen risiko.

Selengkapnya