Kompetensi inti

Kompetensi inti (core competence) merupakan gagasan yang dicetuskan oleh Prahalad & Hamel pada tahun 1990 yang didefinisikan sebagai pengetahuan kolektif perusahaan tentang cara mengoordinasikan beragam keterampilan dan teknologi produksi yang dimiliki perusahaan. Gagasan ini mendorong para manajer untuk mengidentifikasikan jenis kompetensi yang dimiliki perusahaan menjadi dua kelompok besar, yaitu inti dan non-inti. Kompetensi inti sebisa mungkin dipertahankan untuk dikerjakan sendiri oleh perusahaan, sedangkan kompetensi non-inti dapat dialihdayakan (outsource) kepada perusahaan lain.

Selengkapnya

Mengelola perjalanan strategi perusahaan

Bradley, Bryan, & Smit (2012) menyatakan bahwa diskusi strategis reguler yang melibatkan banyak eksekutif senior dapat membantu perusahaan untuk beradaptasi terhadap ketidakpastian. Meskipun masih merupakan pemicu utama keputusan strategis (44% dari 2.135 responden), keefektifan proses perencanaan strategi tahunan mulai dipertanyakan. Para penulis menyarankan peningkatan waktu untuk dialog strategis hingga paling tidak menyamai waktu yang dihabiskan untuk melakukan kegiatan operasional. Rapat selama 2–4 jam setiap minggu atau setiap dua minggu mengenai masalah strategis perlu dilakukan oleh perusahaan. Perhatian terhadap masalah strategi semacam ini memungkinkan untuk (1) menetapkan aspirasi dan arah, (2) mengembangkan proses strategi terperinci yang berkelanjutan, serta (3) mengubah strategi menjadi realitas operasi.

Selengkapnya