Spasi

Salah satu hal kecil yang sering mengganggu saya sewaktu memeriksa tulisan-tulisan pada situs iKnow adalah aturan penggunaan spasi sebelum dan setelah tanda baca. Pedoman EYD memang tidak secara jelas menyebutkan aturan ini, tetapi contoh-contoh di dalam pedoman ini memberikan gambaran tentang hal tersebut.

Tanda baca yang paling sering kita pakai–tanda titik, koma, tanya, dan seru–tidak diberi spasi sebelum tanda baca tersebut, tetapi diberi spasi setelahnya. Tanda hubung, pisah, dan garis miring tidak diberi spasi baik sebelum maupun setelah tanda baca tersebut. Tanda baca pengapit (tanda petik dan tanda kurung) diberi spasi untuk memisahkannya dengan bagian lain dari kalimat, tetapi tidak diberi spasi untuk memisahkannya dengan bagian yang diapit.

Selengkapnya

Koma serial

Butir pertama pada bagian penggunaan tanda koma pedoman EyD kita berbunyi, “Tanda koma dipakai di antara unsur-unsur dalam suatu perincian atau pembilangan.” Contoh-contoh pada pedoman itu menunjukkan bahwa, selain di antara masing-masing butir, tanda koma juga diberikan sebelum kata sambung (misalnya “dan”) pada akhir daftar:

  • Saya membeli kertas, pena, dan tinta.
  • Surat biasa, surat kilat, ataupun surat kilat khusus memerlukan prangko.

Selengkapnya