Tahap perancangan kuesioner

Dalam pengumpulan data primer dengan menggunakan kuesioner, pertanyaan sama pentingnya dengan jawaban/tanggapan. Pertanyaan yang salah dapat menyebabkan jawaban yang tidak diinginkan. Pertanyaan yang ambigu atau tidak jelas dapat menyebabkan jawaban yang tidak tepat. Pertanyaan yang bersifat pribadi, bila diajukan dengan tidak tepat, dapat menyebabkan keengganan untuk menjawab. Pertanyaan yang bias, dapat menyebabkan jawaban yang terarah atau tidak netral.

Untuk mencegah hal-hal tersebut, kuesioner perlu dirancang dengan baik. Berikut lima tahap perancangan kuesioner:

  1. Materi: Penentuan apa yang ditanyakan. Pertimbangan utama dalam hal ini adalah relevansi dan akurasi. Relevansi berarti tidak memasukkan pertanyaan yang tidak perlu, sedangkan akurasi berarti penggunaan kata-kata yang tepat dan tidak mengarahkan untuk menyampaikan pesan yang tepat kepada responden.
  2. Kalimat: Penentuan kalimat pertanyaan yang tepat. Pertanyaan dapat diajukan baik sebagai pertanyaan terbuka maupun pilihan ganda. Pertanyaan terbuka digunakan untuk eksplorasi gagasan, tapi biasanya sulit untuk disimpulkan. Di sisi lain, pertanyaan pilihan ganda hanya sedikit memberikan peluang eksplorasi, tetapi mudah untuk disimpulkan.
  3. Urutan: Disarankan untuk mencantumkan pertanyaan yang menarik pada bagian awal untuk mendorong responden mengisi kuesioner.
  4. Tata letak: Usahakan untuk membuat tata letak yang rapi dan sederhana. Dalam bentuk cetak, usahakan agar kuesioner tidak melebihi panjang 7 halaman.
  5. Pengujian: Lakukan pengujian untuk mendapatkan masukan tentang relevansi, akurasi, kalimat, urutan, dan tata letak.

Sumber: Tan, W. (2002). Practical Research Method (pp. 98–101). Singapore: Prentice Hall.

Satu komentar pada “Tahap perancangan kuesioner

  1. Pingback: Tahap perancangan kuesioner | psihlw117a7

Tinggalkan Balasan